LAPORAN MEMBUAT KOMPUTER SALING TERHUBUNG DAN MELAKUKAN SHARING FILE/FOLDER
Dasar Kejuruan / Teknik Komputer dan Jaringan 1
Kelas XI
Kelompok 2
Nama Anggota:
-Nadia Rachmawati (18)
-Shela Putri Febriana (25)
SMK BINA BANGSA DAMPIT
Tahun Pelajaran 2025/2026
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Jaringan Komputer
2.2 IP Address
2.3 Jaringan Peer to Peer
2.4 Switch
2.5 File dan Folder Sharing
BAB III METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
3.2 Langkah Kerja
BAB IV PEMBAHASAN BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.6 Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam proses berbagi data antar komputer. Jaringan komputer memungkinkan dua atau lebih perangkat saling terhubung sehingga dapat bertukar informasi dengan cepat, efektif, dan efisien. Dalam lingkungan belajar maupun dunia kerja, kebutuhan untuk menghubungkan komputer dalam satu jaringan lokal (Local Area Network/LAN) sangat penting. Melalui jaringan LAN, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti berbagi file, folder, maupun perangkat keras (misalnya printer). Salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menghubungkan komputer secara peer-to-peer menggunakan kabel LAN, atau dengan menggunakan switch jika komputer yang terhubung lebih dari dua. Oleh karena itu, perlu dilakukan percobaan untuk memahami bagaimana cara menghubungkan komputer dalam jaringan LAN, melakukan konfigurasi IP Address, serta melakukan sharing file/folder. Dengan memahami praktik ini, diharapkan siswa dapat menerapkannya dalam kebutuhan sehari-hari maupun pada dunia kerja.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menghubungkan komputer dalam jaringan lokal (LAN)?
2. Bagaimana cara melakukan konfigurasi IP Address pada komputer?
3. Bagaimana cara melakukan sharing file atau folder antar komputer?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara menghubungkan komputer dalam jaringan lokal.
2. Untuk memahami proses konfigurasi IP Address.
3. Untuk mempraktikkan proses sharing file atau folder antar komputer.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang saling terhubung sehingga dapat bertukar data, informasi, maupun sumber daya. Dengan adanya jaringan, pengguna dapat mengakses file, berbagi perangkat keras, serta melakukan komunikasi lebih mudah. Salah satu jenis jaringan yang umum digunakan adalah Local Area Network (LAN), yaitu jaringan yang mencakup area terbatas, misalnya di sekolah, kantor, atau rumah.
2.2 IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah identitas berupa deretan angka yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dalam sebuah jaringan. IP Address berfungsi sebagai alamat agar data yang dikirim dapat sampai ke tujuan dengan benar. Dalam jaringan lokal, IP biasanya menggunakan format IPv4, contohnya 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0
2.3 Jaringan Peer-to-Peer
Jaringan peer-to-peer adalah jenis jaringan sederhana yang menghubungkan dua komputer secara langsung menggunakan kabel LAN (umumnya kabel cross). Pada metode ini, masing-masing komputer berperan sebagai client sekaligus server, sehingga keduanya bisa saling bertukar data tanpa perangkat tambahan.
Kelebihan metode ini adalah mudah dilakukan dan murah, karena tidak memerlukan perangkat jaringan tambahan. Namun, kelemahannya adalah terbatas hanya untuk dua komputer dan kurang efisien jika jumlah komputer yang terhubung banyak.
2.4 Switch
Switch adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan lebih dari dua komputer dalam sebuah LAN. Switch bekerja dengan cara meneruskan data hanya ke perangkat tujuan sesuai alamat MAC Address, sehingga lebih efisien dibanding hub.
Dengan adanya switch, semua komputer yang terhubung dapat saling berkomunikasi dan berbagi data dalam satu jaringan. Metode ini lebih fleksibel dibanding peer-to-peer karena mendukung lebih banyak perangkat dan mudah dikembangkan.
2.5 File dan Folder Sharing
File/Folder Sharing adalah proses membagikan file atau folder dari satu komputer agar dapat diakses komputer lain dalam jaringan. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu menggunakan media eksternal seperti flashdisk untuk bertukar data. Di sistem operasi Windows, folder dapat dibagikan dengan mengaktifkan opsi “Sharing” sehingga komputer lain dapat mengakses sesuai izin yang diberikan (Read/Write).
BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- 2–4 unit komputer/laptop.
- Kabel LAN (straight atau cross).
- Switch (untuk jaringan lebih dari 2 komputer).
- LAN Card (sudah terpasang di komputer).
- Sistem operasi Windows.
3.2 Langkah Kerja
A. Metode Peer to Peer
Metode ini digunakan untuk menghubungkan dua komputer secara langsung menggunakan kabel LAN cross.
Langkah-langkahnya adalah:
1. Hubungkan dua komputer menggunakan kabel LAN cross.
2. Atur IP Address masing-masing komputer
a) IP Komputer 1 = 192.168.1.10
b) IP Komputer 2 = 192.168.1.11
Caranya:
1). Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center
2). Pilih Change Adapter Settings > Klik kanan bagian Ethernet
3). Klik Properties
4). Klik kanan pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)
5). Pilih Use the following IP address > Isi IP address di komputer 1 (192.168.1.10) dan komputer 2 (192.168.11) > Gunakan Subnet Mask (255.255.255.0) > Kosongkan Default Gateway dan DNS Server > Klik OK
3. Lakukan pengujian koneksi di kedua komputer. Jika muncul Replay maka koneksi berhasil.
a) Komputer 1 = ping 192.168.1.11 (komputer 2)
b) Komputer 2 = ping 192. 168.1.10 (komputer 1)
Caranya:
Tekan Windows+R di keyboard > Ketik CMD > Jalankan Perintah ping 192.168.1.11 di komputer 1
(Lakukan hal yang sama di komputer 2)
4. Atur Advanced Sharing Center
caranya:
1). Buka Control Panel → Network and Internet → Network and Sharing Center
2). Klik dua kali pada bagian Change adapter sharing settings
3). Pada bagian All Networks:
- Public folder sharing → pilih Turn on Public folder sharing jika ingin semua komputer di LAN bisa membaca/menulis folder Public.
- File sharing connections → pilih Use 128-bit encryption (recommended) untuk keamanan.
- Password protected sharing → pilih Turn off password protected sharing agar komputer lain bisa langsung mengakses share folder tanpa perlu login.
5. Mengatur Windows Defender Firewall
Caranya:
1). Buka Control Panel → System and Security
2). Pilih Windows Defender Firewall
3). Klik bagian Turn Windows Defender Firewall on or off.
4). Pada Private network settings dan Public network settings:
Pilih Turn on Windows Defender Firewall (disarankan).
Pastikan Block all incoming connections… tidak dicentang supaya file sharing tidak terblokir.
Jika masih bermasalah, sementara bisa pilih Turn off Windows Defender Firewall untuk tes koneksi (tidak disarankan untuk jangka panjang).
Catatan: Klik Save changes di setiap pengaturan jika ada perubahan. Lakukan pengaturan tersebut dikedua komputer
6. Membuat Folder Sharing
1). Buka File Explorer (Windows+E)→ Pilih lokasi folder (Desktop / Documents / Drive D) → Klik kanan area kosong → New → Folder → Ketik nama folder → Enter → (Opsional) Masukkan file ke dalam folder
2).Klik kanan folder → Properties
3). Pilih menu Sharing →Advanced Sharing
4). Centang Share this folder→ Permissions

5). Centang Full Control → Pilih Add → Pikih Everyone → Apply → Ok
6). Kembali ke Advanced Sharing →Apply → Ok
7). Klik Share
8). Dibagian Network Access → Everyone →Permission Level → Centang Read/Write →Share
7. Akses Folder Sharing di komputer kedua
1). Buka File Explorer (Windows+E) → Pilih Bagian Network → Buka Folder yang telah di buat di Komputer Pertama
B. Metode Switch
Switch berfungsi sebagai penghubung jaringan lokal (LAN) supaya lebih dari dua komputer bisa saling berkomunikasi sekaligus.
3 komputer → 1 switch → semua saling terhubung.
Setiap komputer diberi IP address berbeda, tapi masih dalam jaringan (subnet) yang sama, agar bisa saling mengenali.
Caranya:
1). Hubungkan semua komputer ke switch
Colokkan kabel LAN dari:
PC1 → Port Switch 1
PC2 → Port Switch 2
PC3 → Port Switch 3
Pastikan lampu indikator port switch menyala (tanda koneksi aktif).
2). Buka Control Panel → Network and Sharing Center → Change adapter settings → Klik kanan Ethernet → Properties → Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) → Properties.
Beri IP:
PC1: 192.168.1.10 | Subnet mask: 255.255.255.0
PC2: 192.168.1.12 | Subnet mask: 255.255.255.0
PC3: 192.168.1.13 | Subnet mask: 255.255.255.0
Klik OK di semua PC.
3). Uji koneksi antar komputer
Buka Command Prompt di PC lain → ketik ping 192.168.1.10 (uji koneksi ke PC1)
192.168.1.11 (uji koneksi ke PC2)
192.168.1.12 (uji koneksi ke PC3)
Jika Reply from... muncul, berarti jaringan terhubung dengan baik.
Catatan: Lakukan setting ke seperti pada metode peer to peer
BAB IV
PEMBAHASAN
Pada praktikum ini dilakukan dua metode untuk menghubungkan komputer dalam jaringan lokal (LAN), yaitu metode peer-to-peer dan metode menggunakan switch.
Pada metode peer-to-peer, dua komputer dihubungkan secara langsung dengan kabel LAN cross. Hasil konfigurasi IP Address menunjukkan bahwa kedua komputer dapat saling berkomunikasi, ditandai dengan perintah ping yang memberikan balasan (Reply). Hal ini membuktikan bahwa koneksi jaringan antar komputer berhasil dilakukan. Setelah itu, folder sharing yang dibuat pada salah satu komputer dapat diakses oleh komputer lain, sehingga pertukaran data dapat berlangsung dengan baik.
Sedangkan pada metode menggunakan switch, lebih dari dua komputer dihubungkan dengan kabel LAN straight yang tersambung ke switch. Dengan pemberian IP Address yang berbeda pada setiap komputer, seluruh perangkat dapat saling terhubung dalam satu jaringan. Perintah ping juga menunjukkan bahwa komunikasi antar komputer berhasil dilakukan. Pada jaringan LAN yang menggunakan switch dengan tiga komputer, folder sharing dapat dibuat di salah satu komputer sebagai pusat pertukaran data. Misalnya, folder sharing dibuat di PC1 dan diatur agar dapat diakses oleh semua komputer di jaringan. Dengan pengaturan ini, PC2 dan PC3 dapat mengirim maupun mengambil file melalui folder di PC1.
Proses pertukaran file berlangsung sebagai berikut:
1. PC2 mengirim file ke PC1 dengan cara menyalin file ke folder sharing yang telah dibuat di PC1.
2. PC3 mengirim file ke PC1 dengan cara yang sama, yaitu menyalin file ke folder sharing PC1.
3. PC3 mengirim file ke PC2 dengan terlebih dahulu menyalin file ke folder PC1, kemudian PC2 mengambil file tersebut dari folder sharing PC1.
4. PC2 mengirim file ke PC3 juga dilakukan dengan menyalin file ke folder PC1, kemudian PC3 mengambilnya dari folder yang sama.
Dengan metode ini, PC1 berfungsi sebagai perantara (server sederhana) yang menyimpan sementara file yang ditukar antar komputer. Hal ini memudahkan transfer data karena tidak perlu membuat folder sharing di setiap komputer; cukup satu folder di PC1 yang diakses bersama. Selain itu, jika koneksi jaringan melalui switch terputus, folder di PC1 tidak akan hilang karena tersimpan di harddisk PC1. Akses dari PC2 dan PC3 hanya akan terhenti sementara, dan akan kembali normal setelah jaringan tersambung kembali.
Folder yang dibagikan pada salah satu komputer dapat diakses dari komputer lain, menandakan bahwa konfigurasi sharing folder sudah berjalan sesuai tujuan.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Komputer dapat dihubungkan dalam jaringan lokal (LAN) menggunakan dua metode, yaitu peer-to-peer dan melalui switch.
2. Metode peer-to-peer memungkinkan dua komputer saling terhubung secara langsung menggunakan kabel LAN cross, namun terbatas hanya untuk dua perangkat.
3. Metode menggunakan switch memungkinkan lebih dari dua komputer terhubung sekaligus, sehingga jaringan lebih fleksibel dan mudah dikembangkan.
4. Konfigurasi IP Address dan pengaturan folder sharing pada sistem operasi Windows dapat dilakukan dengan mudah dan terbukti berhasil, ditandai dengan hasil ping yang sukses dan folder dapat diakses dari komputer lain.
5.2 Saran
1. Dalam melakukan konfigurasi IP Address, pastikan setiap komputer memiliki alamat IP yang berbeda agar tidak terjadi konflik jaringan.
2. Gunakan kabel LAN dengan kondisi baik dan sesuai jenisnya (cross untuk peer-to-peer, straight untuk switch).
3. Untuk jaringan yang lebih besar, sebaiknya menggunakan switch agar komunikasi antar komputer lebih stabil dan mudah dikembangkan.
4. Saat melakukan sharing folder, atur permission (izin akses) sesuai kebutuhan agar keamanan data tetap terjaga.
Komentar
Posting Komentar